Jumlah Data : 84 Objek
  • Uraian: 

    Mandala dalam pengertian pusat pendidikan merupakan tempat untuk berlatih melakukan tapa. Namun demikian, berbeda dengan pengertian tapa dalam hubungannya dengan bermeditasi, tapa berarti menuntut ilmu. Di tempat ini, para siswa ditempa untuk mengetahui beragam ilmu pengetahuan, terutama ilmu agama. Lahirnya naskah-naskah Sunda Kuno, sebagai produk tradisi tulis di masa Kerajaan Sunda berawal dari sebuah mandala.

    Jenis Cagar Budaya: 
    Kab./Kota: 
  • Uraian: 

    Makam kuno di situs Cangkuang tersebar di beberapa tempat. Namun, makam yang paling sering dikunjungi oleh peziarah adalah makam yang berada tepat di halaman sisi utara atau belakang bangunan candi. Penduduk setempat mempercayainya sebagai makam Arif Muhammad, seseorang yang dikeramatkan sebagai penyebar agama Islam pertama di wilayah itu.

    Jenis Cagar Budaya: 
    Kab./Kota: 
  • Uraian: 

    Cangkuang berasal dari nama tumbuhan atau pohon sejenis pandan (pandanus furcatus) yang banyak tumbuh di area candi Cangkuang terutama di sekitar makam Dalem Arif Muhammad.

    Berdasarkan “Pencatatan dan Inventarisasi Cagar Budaya dan Benda Peninggalan Sejarah di Kabupaten Garut” (2017) dan pengamatan di lapangan (24 dan 25 Juni 2025), Candi Cangkuang berada di Pulau Panjang dalam area kawasan Cangkuang, pada ketinggian 688 mdpl dengan titik koordinat DMS 7°06'10.1"S 107°55'08.1"E titik koordinat DD-7.102816, 107.918922.

    Jenis Cagar Budaya: 
    Kab./Kota: 
  • Uraian: 

    Landhuis atau Landhuizen berasal dari dua kata yaitu land yang memiliki arti tanah dan huis yang berarti rumah atau rumah besar. Landhuis adalah bangunan country-house atau country-villa yang memiliki khas terletak di wilayah pinggiran kota atau pedesan. Bangunan landhuis umumnya dibangun dan digunakan sebagai rumah pribadi. Biasanya pemilik landhuis adalah pejabat atau pengusaha kolonial yang memiliki jabatan dan kuasa yang penting.

    Jenis Cagar Budaya: 
    Kab./Kota: 
  • Uraian: 

    Bangunan ini terletak di Jl. Raya Bogor Km. 46, posisinya dekat dengan Badan Informasi Geospasial yang sebelumnya bernama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional karenanya Gardu ini sering juga disebut dengan gardu Bakorsurtanal. Bangunan ini berada pada ketinggian 146 mdpl dan berjarak sekitar 20 m dari Kali Baru yang melintas di sepanjang Jl. Raya Bogor. Bangunan ini hampir memiliki bentuk yang sama persis dengan bangunan Gardu Air Mancur di Kota Bogor.

    Jenis Cagar Budaya: 
    Kab./Kota: 

Pages